Terinspirasi oleh puisi “Bangkit” yang dibawakan oleh Dedi Mizwar dan beberapa versi dari teman-teman blogger, aku jadi pengen buat juga dengan versiku sendiri. Ya…. menarik memang semua orang bisa menerjemahkan kata “Bangkit” sesuai dengan versinya masing-masing.
Bangkit itu Indah
Indah dalam setiap sikap dan tutur kataBangkit itu Tulus
Tulus untuk memberi tanpa pamrihBangkit itu Mudah
Mudah mengulurkan tangan
untuk membantu sesamaBangkit itu Malu
Malu karena terus diberi
Tanpa bisa memberiBangkit itu Ada
Ada ide untuk berkarya
dan menjadi lebih baikBangkit itu Semangat
Semangat berkarya
Mempersembahkan yang terbaikBangkit itu Aku
Aku untuk diriku, keluargaku,
bangsa dan agamaku
Nah, “Bangkit” menurut teman-teman apa
?????




Bangkit itu apa…
Apa pun perbuatan kita dilandasi dengan nilai dan tanggung jawab
Bangkit itu bergerak
Bergerak menggapai cita dan asa
meraih ridhoNya yang Esa
Bangkit itu lahir, tumbuh dan mengakar
Bangkit itu jatuh, evaluasi dan bergerak kembali
Bangkit itu duduk, tersungkur dan bermunajat
Bangkit itu berani, berkata, dan melakukan perubahan
Bangkit itu SMANGAT, SMANGAT UNTUK BERGERAK, MELAKUKAN YANG TERBAIK
Untuk Allah, Rasul, keluarga, dan PERADABAN
Bangkit itu …
Bangkit itu belajar
belajar dari orang yang sukses
belajar dari orang yang gagal
belajar dalam segala hal.
Bangkit itu bersyukur
bersyukur dari apa yang kita dapat
merasa bangga dengan apa yang telah kita perbuat
untuk sesama
bangkit itu menuju kearah yang lebih baik, dalam segala hal..itu aja klo menurutku
Bangkit itu…. Taubat
Taubattan Nasuha ketika kita berbuat dosa sekecil apapun.
Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati”.
Indonesia Bisa Bangkit dengan Syariah
KEKUATAN ASING DI BALIK KELOMPOK PRO AHMADIYAH?
bangkit itu aku
aku harus mandiri
bangkit itu rumah..
tempat untuk merawat orang yang sedang bangkit.
ya itulah, RUMAH BANGKIT!