Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan Bathin. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi-Nya. Amien…
Sign up for the FREE newsletter to receive latest news and updates directly to your email.
RSS Feed Delivered by Feedburner
Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan Bathin. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi-Nya. Amien…

This is my 2nd weblog (before now at fatma1203.wordpress.com). Here I'll share my knowledge and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to self management, motivation, reviews about films, books, etc. Now, I ...
More About Me »
Copyright © 2008 - 2010 Fatmawiyah.web.id | Entries (RSS) - Comments (RSS)
Design by GoBlogging



met lebaran 8->
Mohon maaf lahir dan batin. taqabbalallahu minna wa minkum. amien…
mohon maaf lahir dan batin
mumoung masih suasana lebaran saya mau ucapin met lebaran maap lahir batin… met knal
taqobalallahu minna wa minkum
Mohon dimaafkan segala salah. Semoga Allah jadikan kita insan yg jauh lebih baik, lebih mulia, dan lebih berguna bagi sebanyak mungkin manusia. Amin
met idul fitri. taqabalallahu minna wa minkum
Selamat hari raya Idul Fitri, Minal Aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin, Mba..
mohon maaf lahir batin juga…
moga segala amalan ditera di sisi
Allah SWT. aminnnn
Selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin…
Gendang melayu bunyinya lantang,
Dara di hilir menari Zapin
Ramadhan berlalu Syawalpun datang
Mohon maaf lahir & batin
Berharap padi dalam lesung,
Yang ada cuma rumpun jerami,
Harapan hati bertatap langsung,
Hanya bermimpi dari sini.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429H.
Taqobalallahu minna waminkum wataqabbal ya karim.
mohon maaf lahir batin juga
mamav lahir batin iah…
ROMADHON TAHUN INI
Romadhon tahun ini biasa seperti pada tahun tahun sebelumnya di Indonesia diawali dengan perdebatan tentang penentuan awal puasa, dan nantinya akan ada perdebatan lagi menjelang berakhirnya puasa untuk menentukan awal Syawal. Kita sedih dan prihatin mengalami beberapa tahun ini perbedaan penentuan romadhon dan syawal. Tahun lalu di sebuah kampung di pinggiran Jakarta ada sekelompok warga yang sudah sholat Ied di hari Jum’at dan menikmati kemenangan dengan menyantap hidangan nikmat, sementara sebagian warga yang lain termasuk tetangga depan sendiri rumahnya masih khusu’ berpuasa. Nuansa politik dan kepentingan kelompok seringkali mewarnai perbedaan pendapat itu melebihi prinsip mendasar tentang kemaslahatan umat bersama, ‘pokoknya asal berbeda dengan kelompok itu’.
Romadhon tahun ini juga diiringi dengan semakin beratnya beban masyarakat, terutama masyarakat kecil (untuk masyarakat menengah ke atas sepertinya tidak terpengaruh). Harga-harga melambung tinggi tanpa bisa teredam oleh ahli-ahli ekonomi di pemerintahan.
Romadhon tahun ini juga dibanjiri dengan air mata dengan syahidnya ibu-ibu di Pasuruan untuk memperoleh zakat untuk menafkahi keluarganya. Terlihat jelas potret buram negeri ini, betapa kemiskinan dan kesengsaraan begitu nyata di depan mata, namun dengan entengnya ada seorang pejabat yang berkomentar ‘peristiwa Pasuruan bukan gambaran keadaan kemiskinan di Indonesia, tapi hanya karena kurangnya keamanan’. Enak sekali dia bicara begitu, padahal wujudnya kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan masyarakat adalah tanggung jawab utama mereka. Tidak perlu menyodorkan data-data dari BPS bahwa angka kemiskinan di Indonesia telah menurun, coba amati saja realitanya di masyarakat. Ibu-ibu itu rela mengorbankan nyawa demi uang 30 ribu, karena memang hanya itu harapan mereka.
Romadhon tahun ini (ini yang paling menjengkelkan) juga diwarnai dengan semaraknya iklan-iklan partai politik dan tokoh-tokohnya di semua ruang publik. Spanduk ucapan selamat puasa diembel-embeli dengan kata-kata manis penuh rayuan juga tidak lupa foto dengan senyum penuh kepalsuan memenuhi semua jalan, trotoar, bahkan di masjid-masjid juga. Kata-kata puitis di iklan-iklan televisi semakin menyesaki ruang publik kita dengan janji-janji penuh kepalsuan, kita terkepung oleh mereka.
Romadhon tahun ini juga semakin betapa umat Islam ini hanya menjadi obyek komersialisasi, romadhon diperdagangkan. Mungkin terlalu kasar, tapi kenyataan seperti itu. Coba nyalakan televisi sekarang semua sinetron dibikin religi dan bertema romadhon, semua artis dan selibritis yang biasanya buka-bukaan ramai-ramai pakai jilbab, produk-produk komersil semuanya bertemakan romadhon. Bermanfaatkah mereka untuk umat Islam?TIDAK SAMA SEKALI, kita hanya dijadikan obyek supaya tertarik membeli produk mereka, supaya tertarik mempelototi sinetron mereka, dan tujuannya memang hanya itu. Penarikan uang tunai masyarakat (yang pastinya untuk konsumsi) selama Romadhon ini mencapai 36,5 trilyun rupiah, jauh di atas hari-hari biasa yang rata-rata hanya 10-16 trilyun sebulan atau naik 300%(data dikutip dari Kompas, 27 September 2008). Hal ini menunjukkan betapa besarnya belanja dan tingkat konsumtifitas masyarakat selama romadhon. Sadarkah kita hanya dijadikan obyek sapi perahan para produsen?
Akhirnya di akhir romadhon tahun ini coba kita renungkan dan refleksikan, sudahkah romadhon tahun ini meng up grade kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, ataukah hanya berlalu begitu saja, atau bahkan menjadi lebih buruk?
Sudahkan harta dan rejeki kita benar-benar halal, bukan hasil korupsi, suap, manipulasi dan sejenisnya, dan sudahkah hak fakir miskin anak yatim diberikan dan dikeluarkan zakatnya?
Sudahkah kita memastikan bahwa di lingkungan sekitar kita, tetangga kita, saudara kita dalam mengakhiri romadhon dan menyambut Idul Fitri ini tidak ada lagi yang kelaparan dan kekurangan?
Sudah sempurnakah puasa kita, ibadah kita?
Barokallah, taqobalallahu minnaa wa minkum taqobal yaa kariim.
(Ayah Syafa)
mohon maaf lahir dan bathin juga…
salam kenal
Maaf Lahir Batin ya Mbaaaak…..
minal aidin wal faidzin..
ditunggu kiriman kabar terbarunya mbak…
Different people in the world take the loans from different banks, just because that’s comfortable.