Tiap orang tentu memiliki cita-cita dan harapan untuk masa depannya. Untuk meraih apa yang di cita-citakan, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk meraihnya, tentunya dengan usaha dan do’a. Sebesar apapun usaha yang kita lakukan yang dibarengi do’a [-O< , tetap saja hasilnya ditentukan oleh sang khalik (Allah Swt).
Disorientasi hidup, membelokkan alur merupakan cara kita untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi kita dan orang sekitar dan lingkungan kita. Sebaiknya kita menjadi pribadi yang flexible dan adaptable dengan semua perubahan yang ada.
Merubah cita-cita awal menjadi cita-cita baru mungkin sering kita alami. Terlepas apakah usaha yang kurang optimal maupun perencanaan yang kurang/ tidak matang, but life must go on.
Bercerita sedikit mengenai cita dan harapanku sewaktu masih kecil
. Dulu sewaktu masih duduk di SD, aku bercita-cita ingin menjadi seorang Apoteker. Yah ini berkat ayahku yang berhasil mempengaruhi sehingga aku terobsesi menjadi seorang Apoteker. Sewaktu kecil selalu saja beliau bercerita tentang profesi itu. Cita-citaku tak pernah berubah sampai aku SMA dan ketika ikut UMPTN pun aku memilih jurusan farmasi demi mengejar dan meraih cita-cita tersebut.
Manusia bisa berencana dan berusaha, tapi Allah jua yang menentukan. Aku tidak masuk di jurusan itu
dan akhirnya terdampar di jurusan kimia tekstil. Memang sama-sama menggeluti ilmu kimia tapi spesifikasi yang berbeda. Tadinya jurusan farmasi agar bisa jadi Apoteker, meracik obat untuk kesembuhan manusia, tapi malah nyasar di kimia tekstil, meracik obat (red. resep) untuk kain (mewarnai kain).
Meskipun merasa tidak begitu sreg dengan jurusan itu, aku tetap jalani, make enjoy sampai akhirnya lulus juga. Pada awal hingga akhir kuliah tidak ada niatan untuk bekerja di pabrik (industri tekstil). Ketika ada kesempatan bekerja pun, nggak nyambung dengan jurusanku, malah nyasar ke sebuah konsultan manajemen. Jadinya yang kepake ilmu organisasi sewaktu aktif di kampus.
Masalah minat dan bakat, sejak dulu (SMA) tertarik pada desain grafis karena diperkenalkan oleh seorang temen. Belajar Photoshop, CorelDraw dan Pagemaker secara otodidak sampai akhirnya bisa ikutan kursus desain grafis (biar nambah ilmu dan dapat sertifikat, he…..).
Setelah itu disorientasi lagi. Nyasar ngambil kursus web developer (webmaster) secara nggak sengaja. Awal tertarik karena dirumah connect internet 24 jam, paman lagi ada proyekan buat sebuah portal nusantara dan meng-hayer seorang programmer. Nah dari situ mulai mengenal blog, belajar sendiri dari internet dan baca buku tentang blog (”Pernak Pernik Blog”-nya Mbak Fany). Niatan bisa bantu proyekan itu, akhirnya kursus dijalani dengan happy n enjoy, yah walaupun kadang mumet juga kalo coding terus. Walaupun belum beres ngerjain TA-nya. Kabur dulu, he…
Btw sampai sekarang ilmu yang kepake dan nyambung dengan aktivitas sekarang yah webmaster itu. Meskipun ga terlalu maksimal, masih harus banyak belajar lagi dan praktek tentunya.
Intinya apapun yang terjadi pada diri kita sekarang, harus disyukuri. Meskipun semua itu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau rencanakan. Menikmati hidup dan kehidupan, terus bermimpi dan bercita-cita,kalau ada disorientasi hidup maka redesign lagi hidup kita.
Keep enjoy and make your life full of spirit.








Untuk berdamai dengan diri sendiri itu hanya satu langkah.. kadang sebagai anak kita juga harus bersabar dengan keinginan dan harapan dari orang-orang yang berpengaruh di hidup kita agar mereka mau menerima disorientasi hidup kita
ya..saya waktu kecil pengin jadi astronot :mrgreen: pas umptn pengin ambil sastra inggris… eh malah FKIP… pas kerja… banyak gak kepake…. malah jadi presenter kesana kemari
eh sekarang nyasar di sekolah lagi
walo gak ngajar
Betul sekale…apapun itu harus di syukuri…lamkenal
waw .. ternyata punya mutitalenta si teteh yang satu ini…
tesktil, design, programmer, manajemen … =D>
tambah satu lagi aja teh, kursus akting, ntar supaya jadi artis .. he.. he..
weh.. .kayaknya sy juga mengalami disorientasi hidup.. tapi bukan dis sih tapi pengalihan orientasi hidup :D
Wah, ternyata sebagian besar ilmunya didapat dari otodidak yah. Sama seperti saya… :D
Yap, mari terus bermimpi dan berusaha. Salam kenal juga
*weits, lagi2 ada arul di sini*
yup…selagi bermimpi itu gratiz, kenapa tidak
yang pasti selalu bersyukur apa yang Qt miliki
gapailah ilmu, walaupun di negeri seberang
ayo terus bertalenta dan bermimpi… demi kemajuan kita… (haiyyahhh…)
jadi inget blog-nya adik-ku yang dikasih nama rumahmimpi[dot]blogspot[dot]com
alesane biar mimpi2 nggak kabur jadi perlu dirumahkan…
ikutan ini mbak
http://cantigi.wordpress.com/2008/12/09/ibsn-ibsn-blog-award/
dan mohon masukan
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/12/11/ibsn%e2%80%99s-first-e-book-beta-version-mohon-masukan/
sepertinya aku juga lagi ngalamin disorientasi nie mba..
makanya aku serching di google ttg disorientasi..
makasih infonya mba..
kalo sempat main ke blog ku juga ya..